Di ujung malam.
Lagi lagi bayangmu berulah.
Hati tak sanggup menampung perasaan yang sering kali tak bisa terbendung.
Jantung sudah lelah berdegup setiap kali otak memproduksi aliran bayang bayang parasmu.
Bagaimana dengan khayal?
Ia sudah melambung terlalu tinggi hingga logika tak sanggup mengikuti arahnya.
Namun mulut selalu diam dan mengubah segalanya dengan doa.
Bekasi, 2 Oktober 2015
Puisi Sederhana
Minggu, 04 Oktober 2015
Bukan Isyarat
Mimpi itu menyapa
Meski tak ada daya
masih pantaskah berbicara tentang isyarat yang nyata?
Tertawalah hingga puas
Anggap ini hiburan untuk menyejukkan hati yang tak kunjung terbalas
Bekasi, 29 September 2015
Meski tak ada daya
masih pantaskah berbicara tentang isyarat yang nyata?
Tertawalah hingga puas
Anggap ini hiburan untuk menyejukkan hati yang tak kunjung terbalas
Bekasi, 29 September 2015
Alasan
Kadang aku masih suka berpikir alasanku untuk mengagumimu. Tidak ada
yang spesial darimu. Lalu, mengapa hati ini hanya berpihak kepada mu?
Aku pernah membaca quote bahwa "cinta tidak butuh alasan". Tapi saat aku merasakan, aku bingung sendiri mencari alasan.
Hingga sampai di suatu titik bahwa aku tidak butuh balasan dari mu. Cukup diizinkan untuk selalu mengagumimu, itu lebih dari cukup. Mengapa begitu? Aku masih mencari jawabnya.
Apakah ini ketulusan?
Aku masih sangat lugu untuk berbicara tentang ketulusan. Lalu apa? Siapa yang akan menjawab?
Bintang? Bulan? Senja?
Mereka hanya mampu mendengarkan bukan menjawab pertanyaan ini.
Lelah? Ya.
Tapi aku tidak sanggup untuk berhenti mendo'akanmu. Entah kenapa.
Pernah berpikir untuk berhenti berharap. Tapi cinta itu tidak bisa ditentukan kapan untuk berhenti. Selama aku berbicara "besok aku tidak akan berharap lagi", itu tidak akan pernah terjadi.
Semakin lama, semakin sering aku melihatmu, semakin bertambah perasaan ini, semakin menumpuk pula pertanyaan "sampai kapan?"
Biarkanlah cinta ini mengalir dalam doa. Bila waktunya pergi, ikhlas akan datang dengan sendirinya.
Bekasi, 27 Januari 2015
Aku pernah membaca quote bahwa "cinta tidak butuh alasan". Tapi saat aku merasakan, aku bingung sendiri mencari alasan.
Hingga sampai di suatu titik bahwa aku tidak butuh balasan dari mu. Cukup diizinkan untuk selalu mengagumimu, itu lebih dari cukup. Mengapa begitu? Aku masih mencari jawabnya.
Apakah ini ketulusan?
Aku masih sangat lugu untuk berbicara tentang ketulusan. Lalu apa? Siapa yang akan menjawab?
Bintang? Bulan? Senja?
Mereka hanya mampu mendengarkan bukan menjawab pertanyaan ini.
Lelah? Ya.
Tapi aku tidak sanggup untuk berhenti mendo'akanmu. Entah kenapa.
Pernah berpikir untuk berhenti berharap. Tapi cinta itu tidak bisa ditentukan kapan untuk berhenti. Selama aku berbicara "besok aku tidak akan berharap lagi", itu tidak akan pernah terjadi.
Semakin lama, semakin sering aku melihatmu, semakin bertambah perasaan ini, semakin menumpuk pula pertanyaan "sampai kapan?"
Biarkanlah cinta ini mengalir dalam doa. Bila waktunya pergi, ikhlas akan datang dengan sendirinya.
Bekasi, 27 Januari 2015
Selamat Ulang Tahun
Tepat pada hari itu. Kau dilahirkan ke dunia dengan segala apa yang kau punya.
Dengan bakat dan karisma yang kau punya hingga hari ini.
Itu yang membuat ku selalu terpana saat melihat mu.
Kau sudah menjadi sosok yang baik. Semoga akan menjadi yang lebih baik.
Sebenarnya tidak ada keberanian untuk hal itu.
Semacam ingin diucapkan namun terkunci di mulut.
Ya, blog ini menjadi perantara ucapanku untuk mu.
Mungkin aku bukan seseorang yang kau nantikan ucapannya.
Namun aku yang selalu mengingat untuk mengucapkan.
Tidak ada hadiah yang spesial dari ku.
Hanya sebait do'a disetiap akhir ibadahku.
Mungkin akan aku selipkan diantara doa'a untuk orangtua dan keluarga ku.
Tidak ada yang spesial, kan?
Dan yang selalu aku harapkan adalah agar kau tidak pernah melarang ku untuk selalu mengagumimu.
Untuk mu, ksatria impian.
Selamat Ulang Tahun
Bekasi, 26 Desember 2014
Pengagum Rahasia
Berawal dari kekagumanku melihat kemampuanmu. Berlanjut kepada sikapmu yang jarang laki-laki memilikinya. Keta’atanmu untuk bersimpuh kepada sang pemilik alam, membuat dada ini bergetar.
Hanya senyum
yang mewakili perasaan ini saat melihat mu. Tidak untuk diceritakan. Aku masih
bisa menyimpan rapih rasa ini.
Hari semakin
berlalu, ternyata senyum mengeluh dan tidak sanggup untuk mewakili perasaan
ini. Begitu bergejolak kah, hingga senyum tidak sanggup lagi untuk menahan
getaran hati dan air mata gembira ini?
Sejujurnya,
melihat mu adalah hadiah favourite yang selalu aku nantikan setiap harinya. Namun
kau tak pernah tau. Entah sampai kapan.
Aku memilih
untuk menjadi pengagum rahasia mu. Yang tidak lain kerjaannya hanya
memperhatikan dan mendoakan mu disela sela ibadah ku.
Kalau dipikirkan,
masih ada saja orang seperti ku. Menutupi perasaannya namun berharap untuk bisa
dekat. Bintang pun lelah setiap malam mendengar cerita konyol ini. Tapi apa
daya, hanya ini yang bisa aku lakukan.
Khayal tak pernah
pergi dari pikiranku. Hanya dia saja yang menjadi topik utama. Sudah berapa
banyak judul khayalan yang terputar saat sepi menyerang? Ratusan? Ribuan? Aku tidak
peduli. Karna, dia tidak akan pernah tau isi hati ini.
Bekasi, 4 Desember 2014
Bekasi, 4 Desember 2014
Langganan:
Komentar (Atom)

